Heart Telling

Posted: November 15, 2008 in General

Menangkap cahaya rembulan di sepi nya malam.

Se sepi bertahannya diri ini hambaMu.

Seolah aku berjalan di Lorong yang Kelam sangat .

Sehingga jalanpun tak tampak , seakan lubang yang sama .

Selalu Berada di pelupuk mata namun tak kuasa diri ini jatuh jatuh lagi dan lagi .

Apakah jalan ini memang berputar sehingga tanpa dinyana pun .

Akan selalu kembali ke saat nya.

Tapi pintu yg Kutuju selalu kudambakan dan telah terpatri untuk ,

Meraihnya dengan segera… sebelum hari itu datang.

Tuhan… Apakah aku Orang yang selalu kalah dan kalah ?

Hidup …Tuhan …kasih sayang

Semuanya saling berdampingan dan tak terpisahkan

Jika Tuhan Maha Adil ,

Jika Tuhan Maha Penyayang,

Hidup pun maha adil dan tidak kalah penyayangnya

Adil karena tidak membedakan manusianya.

Penyayang karena penuh dengan kata cinta

Silih berganti warna bak ditiup angin di pantai hati  ….

Pun dengan cinta , saling berdampingan dan tak terpisahkan

tak bisa lepas jika telah  berbuah manis.

Selalu ditunggu kala akan berbuah

Tuhan pilihkan lah jalanku tuk mencicipi manisnya itu.

Tuk menunggu kalanya.

Tunjukkan lah dengan beberapa baris saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s